IDOLA303 AGEN BOLA

Breaking News

AONQQ KAKIQQ IBLISQQ COBAQQ KOKIQQ IDOLAQQ BWINQQ CERMINQQ

Imbas Virus Corona, Investasi Bahan Baku Baterai Lithium Di Morowali Terancam Mundur.



Menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi  Luhut Binsar Panjaitan menyebut rencana investasi bahan baku baterai lithium di mundur akibat virus corona (Covid-19). Sakong

“Walaupun sekarang di tiongkok sudah mulai menurun kita masih mengamati dengan cermat walaupun tentu ada dampaknya kepada investasi yang ada paling tidak Indonesia Timur sekarang yang sedang jalan jadi slow down,” kata dia, di kawasan SCBD,Jakarta.

Luhut mengatakan pemerintah sedang membuat perhitungan saat kondisi wabah di China mulai menurun. Pemerintah Indonesia, kata dia, pun selalu berkomunikasi dengan investor.

“Jadi, kita akan harus menimbang buruk atau untung-ruginya dari itu semua sehingga dari waktu ke waktu kita investasi tentu berkoordinasi  dengan cermat dengan mereka,”ujar dia.

Terkait proyeknya sendiri, Luhut mengungkapkan pembangunan konstruksi pabrik bahan baku baterai lithium sudah berjalan. Hanya saja, wabah itu membuat pengerjaannya melambat.



“Misalnya di sana itu akan lithium baterai ,mundur kebelakangnya kan buat elemen-elemen baterai , katoda, itu kan harus di buat dan kebetulan semua ini izinnya sudah, dan construction, terus sekarang terpaksa slow down,” ucap dia.   Sakong

Terlepas dari itu, Luhut menuturkan hingga saat ini tidak ada investor yang membatalkan investasinya yang membatalkan investasinya di Indonesia.

“Its okay, enggak masalah,Yang saya suka, senang, belum ada minat orang batalkan investasinya ,” ujarnya lagi.

Ia sebelumnya mengklaim pabrik bahan baku baterai lithium IMIP akan menjadi pabrik bahan baku baterai  terbesar di dunia. Pasalnya, seluruh proses akan terintegrasi di kawasan tersebut.

Investor asing yang menanamkan investasi pada pendirian pabrik ini antara lain, Perusahaan baterai terbesar China CALT, perusahaan daur ulang baterai GEM, Tsingshin Group, dan perusahaan  Jepang Hanwa.

Investasi awal disebut Luhut mencapai  US$720 juta. Namun, investor telah berkomitmen untuk menanamkan investasinya hingga US$4,2 miliar selama 5 tahun kedapan.
(YG)

Tidak ada komentar