Berbeda Demam Chikungunya Dan DBD, Dari Gejala Hingga Virus
Kementerian kesehatan (Kemenkes) mencatat terdapat 17.820 kasus demam berdarah dengue (DBD) di seluruh Indonesia. Angka ini masih berupa data sementara dari rentang januari hingga awal maret 2020. DominoQ
Tapi sebagian orang masih gagal membedakan antara DBD dengan demam chikungunya. Tak jarang malah ada yang menyamakan. Apalagi keduanya sama-sama disebabkan oleh gigitan nyamuk.
Chikungunya merupakan penyakit akibat infeksi virus yang di tularkan nyamuk Aedes albhopictus. Satu genus dengan penyebab DBD membuat kedua penyakitnya kerap disamakan.
Belum lagi gejala kedua penyakit yang nyaris sama pula yakni meliputi demam, malaise atau rasa pegal dan tak nyaman, serta kelelahan. Sekalipun begitu, keduanya tetap berbeda. Berikut beberapa perbedaan disarikan dari berbagai sumber.
Gejala
Dari segi gejala, baik pasien DBD ataupun Chikungunya keduanya sama-sama akan mengalami demam, rasa sakit pada persendian, sakit kepala, muncul ruam merah dan rasa sakit pada mata.
Namun pada chikungunya, persendian yang sakit biasanya pada bagian tangan dan kaki. Bahkan,bisa sampai bengkak dan akan terasa sangat sakit pada pagi hari. Sedangkan pada pasien DBD, rasa nyeri akan terasa pada pada persendian lutut dan pundak, lengan serta kaki.
Selain itu, Sakit persendian pada chikungunya bisa berujung pada arthritis atau peradangan sendi. Ini pula yang mengakibatkan penyakit ini bernama chikungunya yang di ambil dari bahasa Tanzania. Artinya, menjadi berkerut. Ini merujuk pada kondisi pasien yang kerap jalan membungkuk saat merasakan nyeri persendian akibat chikungunya.
Pendarahan
Perbedaan mendasar kedua penyakit tersebut juga pada gejala pendarahan. DBD lekat dengan pendarahan pada gusi atau hidung. DominoQ
Sedangkan pada chikungunya pasien tak selalu mengalami pendarahan.
Komplikasi
DBD berpotensi mengancam nyawa seseorang jika tak ditangani dengan cepat.penyakit ini bisa memunculkan komplikasi berupa kesulitan bernapas, disfungsi organ tubuh dan pendarahan hebat.
Virus
Meskipun ditularkan oleh nyamuk dari genus yang sama, namun virus dari keduanya berbeda. Chikungunya disebabkan Togaviridae alphavirus, sementara DBD oleh flavirideae flvivirus.
Inkubasi
Masa inkubasi dari keduanya pun terpaut. Setelah nyamuk menginfeksi manusia melalui darah saat mengisap. Virus yang dibawa nyamuk akan tinggal di aliran darah dan tak langsung menimbulkan gejala. Mereka akan mengalami masa inkubasi terlebih dahulu.
(YG)

















Tidak ada komentar