IDOLA303 AGEN BOLA

Breaking News

AONQQ KAKIQQ IBLISQQ COBAQQ KOKIQQ IDOLAQQ BWINQQ CERMINQQ

AP II Yang Menyebut Isu Dari Penjualan Bandara Internasional Di Indonesia Itu Hoax


AP II Yang Menyebut Isu Dari Penjualan Bandara Internasional Di Indonesia Itu Hoax

BERITA TERKINI - Bandara Internasional Soekarno-Hatta memang tidak boleh dijual, karena itu sudah merupakan suatu kebanggaan nasional dan itu memang adalah pintu gerbang Indonesia.

Ini juga yang berlaku bagi semua bandara lainnya yang ada Indonesia, pernyataan ini yang memang disampaikan oleh Komisaris Utama Angkasa Pura II, Rhenald Kasali.

Menurutnya isu dari penjualan sejumlah bandara Internasional ke pihak asing ini adalah hoax, karena secara garis besar memang tidak ada rencana dari penjualan bandara ke pihak mana saja, karena yang ada adalah hanya kerjasama dengan investor dalam menghasilkan buat Indonesia.

“Untuk mengklarifikasi berita dari penjualan sekarang ini adalah yang benar, asing saat ini yang tengah berebut untuk meminta kerjasama dengan AP 2 karena pada suatu kondisi dari keuangan itu yang memang sangat bagus dari pertumbuhan penumpang. Bagus ini yang sebenarnya terjadi memang bukan penjualan,” kata Rhenald pada saat dihubungi oleh wartawan pada hari, Minggu (12/11/2017).

Rhenal yang menyayangkan dengan munculnya isu dari penjualan ini, karena menurutnya pada sekarang ini pihaknya yang memang tidak sedang membutuhkan uang.

Karena bagaimanapun sejak dengan jadinya bandara Terminal III Angkasa Pura II kata Rhenald yang semakin seksi di mata investor.

Banyak investor yang datang ke Bandara Soekarno-Hatta dan juga Kualanamu.

Setelah melihat data kata Rhenal banyak yang memang meminta kerjasama.

“Apalagi di Soekarno-Hatta kami akan invest lebih dari 32 triliun rupiah pada sekarang ini, jadi dalam tempo 3 tahun ke depan kami yang memang bisa lebih dari itu. Ada runway ketiga, iscos taxiway, apron baru, kereta menghubungkan area komersil, terminal kargo itu memang besar sekali, teknologinya pun akan kita perbaiki di Soetta,” ujarnya.

Ditegaskan Rhenald pada rencana ini adalah bukan suatu rencana dari penjualan, tetapi melainkan kerjasama dalam bentuk join operation.

Angkasa Pura II yang mencari partner untuk bisa memberikan cash di depan kemudian bisa membawa tenaga ahli yang artinya akan membawa software sehingga bisa dapat meningkatkan suatu pelayanan teknologi.

“Jadi kami lihat bandaranya, bandara mana yang memang bisa diajak join operation. Dan di dunia ini sudah sangat biasa dengan kerjasama areal komersial, kerjasama untuk perluasan. Kami tidak meminta kepada APBN untuk perluasan terminal, namun kami yang memang hanya akan kerjasama,” ungkapnya.

Dijelaskan juga pada suatu bentuk kerjasamanya seperti apa, Rhenald yang mengatakan bahwa selama ini yang didapatkan hanya Rp 1 triliun, tetapi jika ada join operation Angkasa Pura II yang akan mendapatkan 2 triliun dengan sebuah sistem investor dengan meminta 20 persen atau 30 persen.

“Jadi kuenya kan memang lebih besar bukan 1 triliun lagi, bisa jadi 1,5 ataupun 1,6 triliun. Dan kita yang syaratkan dalam kerjasama ini 51% adalah milik kita. Minimal kita 51% jadi kita yang akan mengatur,”ujarnya.

Tidak ada komentar