Lelaki Dari Pulo Gadung Ini Membelikan Ponsel Kepada Gadis 9 Tahun Yang Ternyata Ada Maunya
Lelaki Dari Pulo Gadung Ini Membelikan Ponsel Kepada Gadis 9 Tahun Yang Ternyata Ada Maunya
BERITA TERKINI -- Nasib yang tragis telah menimpa seorang gadis belia yang baru berumur sembilan tahun, ia kehilangan keceriaanya usai telah mengalami pelecehan seksual yang sudah dilakukan oleh seorang pria tua.
Gadis yang diketahui berinisial FN (9) telah mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh Tarmo (57) yang tidak lain merupakan tetangga dekat dari korban.
Peristiwa ini yang terjadi di kediamanan pelaku di Jalan Akik Yaman, RT 10, RW 5, Pisangan Timur, Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Tarmo yang tinggal di gang sempit ini melakukan aksinya dengan cara mengerayangi korban tepat pada kemaluanya.
Kejadian ini yang terbongkar bermula dari kecurigaan warga terkait dengan perubahan sikap korban, bocah kelas 4 SD itu yang mempunyai sikap yang memang periang, namun seminggu yang terakhir keceriaan itu tidak lagi ditunjukan oleh korban.
"Korban justru yang menjadi pendiam. Seperti adanya suatu tekanan." kata Rinawati (28) yang selaku tetangga dan juga sekaligus dari pengasuh korban.
Tak hanya itu bercak darah yang pernah ditemukan pada celana korban, saat Rinawati yang sedang mencuci pakaian korban.
Mengetahui hal itu yang dirinya menanyakan kenapa bercak ada di celananya. Sayangnya, korban tidak bisa menjawab pertanyaan itu, bahkan korban yang hanya terdiam.
Menurut Rinawati yang hampir setiap hari korban berada di rumah pelaku, korban datang karena diajak oleh pelaku, sehingga membuat dirinya bisa menimbulkan kecurigaan terhadap Tarmo.
Pasalnya Tarmo yang dikenal memang sangat menyukai anak perempuan. Ditambah lagi berkali-kali pelaku yang dipergoki oleh warga dalam mencabuli anak perempuan di lokasi ini.
Pada hari Jumat (6/10) sekitar pukul 18.30 wib, dengan rasa penasaran Rinawati yang mengintip kondisi dalam rumah pelaku dengan melalui jendela belakang.
Yakni terlihat pelaku yang sedang duduk di ruang tamu. Sedangkan korban yang ada di ruangan lainnya, hal ini yang dilakukan pada saat korban yang mendatangi rumah pelaku dengan seorang diri.
Dirinya pun lantas berteriak memanggil nama korban. Namun teriakan itu yang tidak digubris oleh korban. Selang pada beberapa menit kemudian pelaku yang keluar rumah dan mengatakan kalau korban tidak ada bersamannya.
"Nah beberapa jam kemudian ketika kondisi yang sudah sepi, dari pintu belakang rumah pelaku korban keluar. Pas korban keluar saya dan dan warga yang lainnya langsung saja mengintrograsinya," katanya.
Saat diinterograsi korban yang mengaku kalau pelaku kerap meraba-raba tubuhnya. Setelah itu pelaku selalu memberikan uang kepada korban. Bahkan korban yang dibelikan handphone. Hadiah itu yang diberikan dengan bertujuan agar korban tidak menceritakan kebejatan pelaku kepada orang lain.
"Karena sudah berkali-kali dan juga sudah tidak bisa ditelorir kami yang melaporkan peristiwa ini kepada pihak polisi," katanya.
Ia yang mengaku bahwa memang ayah korban jarang sekali pulang yang ditambah dengan ibunya memang sudah lama meninggal dunia, untuk itu ia pun yang terkadang datang ke Rumah Korban untuk mencoba mencuci baju milik korban.
















Tidak ada komentar